Lewat Zakat dan Infaq, Lazisnu PCNU Tuban Dorong Khitanan Massal Jadi Gerakan Sosial

Tuban, PCNU Online
Tidak sekadar acara keagamaan tahunan, khitanan massal dalam rangka Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi kini menjelma menjadi gerakan sosial yang menyentuh banyak aspek.
Salah satunya berkat dukungan dari Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Tuban yang turut hadir memberikan kontribusi nyata bagi peserta.
Tahun ini, sebanyak 108 anak dikhitan di pelataran kompleks makam Maulana Ibrahim Asmoroqondi, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Anak-anak itu datang dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Tuban saja, tapi juga dari Bojonegoro, Lamongan, bahkan sejauh Sumenep Madura dan Jawa Tengah.
Mereka tidak hanya pulang dengan status sebagai anak yang telah dikhitan, namun juga membawa pulang uang saku dari Lazisnu PCNU Tuban, yang dananya diambil dari hasil zakat dan infaq umat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dana zakat dan infaq yang dihimpun bisa langsung kembali ke masyarakat dalam bentuk bantuan nyata seperti ini,” ujar Sekretaris Lazisnu PCNU Tuban, Ihsan Hadi saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu (19/4/2025).
Ihsan menegaskan, program ini tidak hanya berfungsi meringankan beban biaya orang tua, tetapi juga membawa pesan penting tentang perhatian terhadap kesehatan anak dan nilai pendidikan sejak dini.
“Semoga kegiatan ini bukan hanya berhenti pada aspek sosial, tapi juga menjadi bagian dari edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan anak, serta mendorong orang tua agar lebih peduli terhadap masa depan pendidikan mereka,” tambahnya.
Hal senada disampaikan, Ketua Cabang Lazisnu PCNU Tuban, Yahmani. Ia menyebut keterlibatan Lazisnu dalam kegiatan ini adalah bentuk kepedulian berkelanjutan dan kebanggaan tersendiri.
“Kami sangat mendukung kegiatan khitanan massal ini. Ini bukan kegiatan dadakan, tapi sudah menjadi bagian dari rutinitas tahunan yang selalu kami tunggu. Kami bangga bisa ikut ambil bagian melalui peran Lazisnu,” tegas Yahmani.
Sementara itu, Ketua Yayasan Makam Maulana Ibrahim Asmoroqondi, Sukardi mengaku senang dengan kolaborasi yang terbangun antar elemen masyarakat, khususnya NU melalui Lazisnu. Menurutnya, kehadiran lembaga ini menambah semarak kegiatan dan memberi nilai tambah secara spiritual maupun sosial.
“Alhamdulillah tahun ini ada 108 anak yang dikhitan. Banyak dari mereka datang karena percaya akan keberkahan haul. Dukungan dari Lazisnu tentu sangat berarti. Semoga bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Salah satu orang tua peserta, Juwaeri, warga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, mengaku lega dan bersyukur bisa mengikutsertakan putranya dalam kegiatan ini.
“Pertama niatnya memang cari berkah. Kedua, ini acara khitan massal yang paling ramai dan lengkap. Anak juga dapat uang saku, jadi saya makin yakin membawa dia ke sini,” ujar Juwaeri sambil mendampingi putranya yang baru saja keluar dari ruang khitan.