BeritaLembaga NUNu NewsRAMADHANWARTA

Dorong Penguatan Peran Santri, Lakpesdam PCNU Tuban Gelar Sarasehan Buku dan Bedah UU Pesantren

Tuban, PCNU Online
Dalam upaya merespons dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban menggelar Sarasehan Buku sekaligus Bedah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Tuban tersebut dihadiri Ketua PCNU Tuban, sejumlah pengurus lembaga, badan otonom, serta kader muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tuban.

Ketua Lakpesdam PCNU Tuban, Aam Waro’ Panotogomo, menyampaikan bahwa sarasehan buku dan bedah Undang-Undang Pesantren ini menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi peran santri, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Para kiai dan santri punya peran penting dalam membangun moral generasi bangsa. Jangan sampai, kader2 NU lemah dengan perkembangan sains dan teknologi. Hari ini, kader NU harus siap masuk kesemua lini,” ujar Aam.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader NU menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda, baik dari sisi ideologi maupun integritas dalam menghadapi perubahan zaman.

“Hari ini harus lebih siap, baik penguatan ideologi, integritas dan trust. Dengan demikian, NU akan terus menjadi kompas peradaban bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Ia juga menilai hadirnya regulasi tentang pesantren memberikan ruang yang lebih kuat bagi santri untuk meningkatkan kualitas diri serta mengambil peran yang lebih luas dalam pembangunan bangsa.

“Melalui undang-undang pesantren, mestinya para santri lebih yakin untuk mengembangkan kompetensi diri. Diakui atau tidak, parameter bangsa Indonesia adalah santri,” katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa keberadaan regulasi tersebut menjadi bentuk penguatan terhadap eksistensi pesantren di Indonesia.

“UU No 13 Tahun 2019 adalah jawaban dan memperkuat peran pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Tuban, KH Ahmad Damanhuri, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh organisasi Nahdlatul Ulama agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

“Sebagai organisasi besar, harus berkembang dalam peningkatan SDM. Sehingga mampu menjawab tantangan jaman yang semakin cepat. Kita tidak bisa berpangku tangan dengan merasa basis besar. Namun rapuh dalam tataran gerakan yang lebih inklusif,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan buku yang dinilai memiliki nilai strategis sebagai ruang pembelajaran bagi kader-kader NU.

“Mengapresiasi sarasehan buku. Karena Iki point untuk pembelajaran para kader-kader NU. Sehingga kontribusi NU dan pesantren semakin nyata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button