Badan Otonom NUBeritaNu NewsWARTA

Seminar Cyber War dan Digital Marketing, Ansor Tuban Siapkan Kader Hadapi Perang Narasi dan Peluang Ekonomi Digital

Tuban, PCNU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tuban menggelar Seminar Cyber War dan Digital Marketing sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah GP Ansor ke-92, Minggu (31/05/2026), di Joglo Pergerakan Bukit Al-Falah.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari 40 perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Tuban serta 10 peserta dari unsur PC GP Ansor Tuban dan Satkorcab Banser Tuban.

Mengusung tema “Strategi Penguasaan Proxy War, Media Sosial, dan Digital Marketing untuk Membangun Keunggulan Kader Ansor di Era Digital”, seminar menghadirkan narasumber Owner hi.loka Ainur Ridho dan Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor, Zulkarnain Mahmud. Kegiatan juga dihadiri langsung Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Abdul Muiz, Lc.

Dalam sambutannya, H. Abdul Muiz menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi perhatian serius organisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas ekonomi dan transaksi yang kini banyak dilakukan melalui platform digital.

“Sejak saya di pondok dulu, setiap kali membahas akad dalam dunia digital selalu muncul rasa penasaran terkait status hukumnya. Hari ini kita menyaksikan begitu banyak transaksi dan aktivitas ekonomi yang berlangsung melalui platform digital, namun belum semuanya mendapatkan perhatian dan pembahasan yang memadai. Karena itu kader Ansor harus hadir, memahami perkembangan tersebut, sekaligus mampu mengambil peran di dalamnya secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua PC GP Ansor Tuban menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya organisasi untuk menjawab tantangan zaman sekaligus mengisi ruang yang selama ini belum tergarap secara optimal.

“Meskipun saya yakin banyak kader Ansor di bawah yang sudah hidup dan beraktivitas di ruang-ruang digital, namun secara kelembagaan ruang digital belum sepenuhnya kita elaborasi dan optimalkan. Seminar ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mengisi kekosongan tersebut sekaligus mempersiapkan kader Ansor menghadapi perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dino Marta Gemilang, menjelaskan bahwa seminar ini tidak hanya membahas persoalan media sosial dan perang narasi di dunia maya, tetapi juga membuka wawasan kader terhadap besarnya peluang ekonomi digital yang tersedia saat ini.

“Kami melihat potensi ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan kader Ansor masih sangat luas. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami berbagai peluang yang tersedia, mulai dari pengembangan konten digital, personal branding, pemasaran digital, hingga berbagai model usaha berbasis teknologi yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan maupun usaha utama di masa depan,” jelas Dino.

Dalam sesi pemaparan materi, Ainur Ridho membagikan pengalaman dan strategi membangun sumber penghasilan dari ruang digital. Peserta mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan media sosial, pengembangan konten, branding digital, serta berbagai peluang ekonomi yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Adapun Zulkarnain Mahmud menyoroti tantangan yang dihadapi kader Nahdlatul Ulama dan GP Ansor dalam menghadapi fenomena cyber war, proxy war, serta perang opini di media sosial. Menurutnya, ruang digital saat ini menjadi arena kontestasi ideologi yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.

“Media sosial bukan lagi sekadar ruang komunikasi, tetapi telah menjadi medan pertarungan gagasan, ideologi, dan kepentingan. Karena itu kader Ansor harus memiliki literasi digital yang kuat, kemampuan membaca situasi, serta keterampilan memproduksi narasi yang positif dan mencerahkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai upaya pelemahan terhadap nilai-nilai moderasi, kebangsaan, dan kekuatan Nahdlatul Ulama sebagai civil society sering kali dilakukan melalui perang informasi dan manipulasi opini di ruang digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar strategi menghadapi disinformasi, penguatan narasi ke-NU-an di media sosial, peluang bisnis digital, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung gerakan organisasi.

Melalui seminar ini, PC GP Ansor Tuban berharap kader-kader Ansor memiliki bekal pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang lebih kuat dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Tidak hanya mampu menghadapi tantangan perang narasi di media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital sebagai sarana pemberdayaan kader dan penguatan organisasi di masa depan.

Dengan semangat Harlah GP Ansor ke-92, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Ansor Tuban dalam membangun kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, unggul dalam literasi digital, serta siap menjadi pelaku sekaligus penggerak perubahan di era transformasi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button