BeritaLembaga NUNu NewsWARTA

LDNU Tuban Gelar Pertemuan Catur Bulanan di MWCNU Jenu, Tekankan Dakwah Kreatif dan Penguatan Sinergi Lembaga

Tuban, PCNU Online
Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Tuban kembali menggelar pertemuan rutin catur bulanan yang dilaksanakan pada Ahad, (10/06/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Gedung MWCNU Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Pertemuan ini menjadi agenda penting bagi jajaran LDNU Tuban bersama LD MWC se-Kabupaten Tuban dalam rangka memperkuat koordinasi, menyamakan langkah dakwah, serta merespons perkembangan zaman yang semakin menuntut kreativitas dan kemampuan adaptasi dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tuban, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Tuban, KH. Ahmad Damanhuri, Sekretaris PCNU Tuban, KH. Miftahul Asror, serta Katib Syuriyah PCNU Tuban, KH. Arifuddin. Hadir pula Ketua MWCNU Kecamatan Jenu, KH. Abdullah Fathul Munif, beserta seluruh perangkat pengurus MWCNU Jenu.

Selain itu, pertemuan ini juga diikuti oleh lembaga-lembaga dakwah NU tingkat MWC se-Kabupaten Tuban. Kehadiran para pengurus LD MWC dari berbagai kecamatan menunjukkan adanya komitmen bersama untuk terus menghidupkan gerakan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Tuban, KH Ahmad Damanhuri, menegaskan bahwa dakwah di era sekarang harus dilakukan secara kreatif, dinamis, dan terus mengikuti perkembangan zaman. Menurut beliau, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa lalu. Oleh karena itu, para penggerak dakwah NU tidak boleh hanya bertahan dengan pola lama, tetapi juga harus mampu membaca kebutuhan umat.

Beliau menyampaikan bahwa setiap lembaga di lingkungan NU memiliki peran dan bidang pengabdian masing-masing. Karena itu, seluruh lembaga harus bergerak sesuai tugasnya, saling melengkapi, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau LDNU memiliki sayap seperti JIHNU dan JRA, maka kinerja mereka adalah pengabdian kepada masyarakat di bidang ruqyah dan Thibbun Nabawi,” terangnya.

KH Ahmad Damanhuri juga mengingatkan agar setiap LD MWC selalu berkoordinasi dengan Ketua MWCNU setempat, khususnya dalam upaya membentuk dan menghidupkan majelis-majelis ilmu di beberapa titik desa yang ada di masing-masing kecamatan. Menurut beliau, dakwah akan lebih kuat jika dijalankan melalui koordinasi struktural yang baik, mulai dari tingkat cabang, MWC, ranting, hingga masyarakat bawah.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyinggung adanya PERKUM baru yang dalam pemahaman sebagian personal masih menimbulkan beragam tafsir. Menyikapi hal itu, beliau berpesan agar seluruh pengurus LD MWC tetap istikamah, tidak kehilangan semangat, dan terus aktif berdakwah serta mengadakan pertemuan rutin.

Untuk menguatkan pesan tersebut, KH. Ahmad Damanhuri mengutip QS. Al-Maidah ayat 101:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَسْـَٔلُوْا عَنْ اَشْيَاۤءَ اِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepadamu niscaya menyusahkan kamu.”

Kutipan ayat tersebut menjadi pengingat agar warga dan pengurus NU tetap bijak dalam menyikapi dinamika organisasi. Hal-hal yang belum sepenuhnya jelas hendaknya tidak menjadikan semangat pengabdian melemah. Sebaliknya, para pengurus diharapkan tetap fokus pada kerja dakwah, pelayanan umat, dan penguatan jam’iyyah.

Sebagai tuan rumah, Ketua LD MWC Jenu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada LD MWC Jenu untuk menjadi tempat pelaksanaan pertemuan rutin LDNU Cabang Tuban. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan dan pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus LDNU Cabang Tuban dan LD MWC se-Kabupaten Tuban yang telah hadir di Jenu. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga pertemuan ini membawa motivasi dan spirit baru bagi LD MWC se-Kabupaten Tuban,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Jenu, KH. Abdullah Fathul Munif, menyampaikan rasa syukur, senang, dan bangga karena MWCNU Jenu dapat menjadi tuan rumah kegiatan tingkat kabupaten tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kantor MWCNU Jenu saat ini telah melalui proses finishing dengan baik. Bangunan kantor yang megah dengan nuansa cat hijau yang elegan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga NU di Kecamatan Jenu.

Dalam suasana penuh keakraban, beliau juga menyampaikan candaan bahwa kantor MWCNU Jenu “insyaAllah menjadi kantor MWCNU terbaik se-Tuban.” Candaan tersebut disambut tawa hangat oleh para hadirin, sehingga suasana pertemuan menjadi semakin cair dan penuh kekeluargaan.

Pada kesempatan itu, KH. Abdullah Fathul Munif juga memohon doa restu kepada seluruh hadirin karena pada bulan ini MWCNU Jenu berencana segera membuka Apotek NU Jenu. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar pelayanan MWCNU Jenu kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan kemanfaatan sosial.

Ketua LDNU Cabang Tuban dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertemuan di MWCNU Jenu ini merupakan pertemuan rutin yang keempat. Sebelumnya, pertemuan pertama dilaksanakan di Kantor PCNU Tuban, kemudian dilanjutkan di Kantor MWCNU Rengel, pertemuan berikutnya di kediaman Ketua MWCNU Jatirogo, dan kali ini digelar di Kantor MWCNU Kecamatan Jenu.

Beliau mengajak seluruh pengurus LD MWC agar lebih proaktif dalam mengikuti agenda catur bulanan tersebut. Menurutnya, pertemuan seperti ini sangat penting sebagai sarana konsolidasi, komunikasi, dan evaluasi bersama. Namun, beliau juga memberikan catatan bahwa kuantitas kehadiran MWC dalam beberapa pertemuan terakhir terlihat mulai menurun.

Karena itu, Ketua LDNU Cabang Tuban berharap seluruh LD MWC kembali memperkuat komitmen untuk hadir dan terlibat aktif. Pertemuan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang bersama untuk membangun gerakan dakwah NU yang lebih terarah, terukur, dan bermanfaat bagi jamaah.

Dalam pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Rekayasa IT Dalam Dakwah Kekinian.” Tema tersebut dipilih sebagai respons atas perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Para pengurus LD MWC diharapkan tidak hanya mampu berdakwah secara langsung di majelis-majelis ilmu, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah.

Melalui tema tersebut, Ketua LDNU Cabang Tuban berharap setiap pengurus LD MWC memiliki bekal dasar dalam membuat flyer, konten video dakwah, dan publikasi kegiatan. Bahkan, beliau mendorong agar setiap LD MWC memiliki channel dakwah di media sosial sebagai sarana syiar yang lebih luas.

Beliau juga menegaskan bahwa pertemuan catur bulanan ini murni berasal dari jam’iyyah untuk kemaslahatan jamaah. Setiap LD MWC memberikan sumbangsih khusus atau i’anah yang telah disepakati bersama. Adapun lokasi pertemuan dilakukan secara bergilir dari satu MWCNU kecamatan ke kecamatan lainnya.

Selain itu, dengan adanya ruang podcast baru di Kantor PCNU Tuban, LDNU Cabang Tuban merencanakan agar setiap pengurus LD MWC kecamatan mendapatkan jadwal rutin bulanan untuk mengisi kegiatan dakwah atau ngaji online. Program ini diharapkan mampu menjadi wadah dakwah digital yang terorganisir dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan sambutan dan dialog bersama beberapa lembaga NU Cabang Tuban, di antaranya LAZISNU, Lembaga Ma’arif NU, dan LPBI NU. Kehadiran beberapa lembaga ini menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam membangun gerakan dakwah yang tidak hanya berbasis ceramah, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Sekretaris LAZISNU Tuban, Bapak Hadi Ihsan, S.Pd., dalam paparannya mengajak para muballigh agar turut menyampaikan gagasan dan penguatan kesadaran umat terkait sedekah, zakat, bahkan kurban melalui LAZISNU. Menurutnya, para dai dan muballigh memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.

Beliau juga mendorong agar LD MWC berkoordinasi dengan LAZISNU maupun UPZIS setempat dalam rangka pentasharufan bantuan agar lebih tepat sasaran. Dengan koordinasi tersebut, bantuan yang dihimpun dari umat dapat tersalurkan kepada pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan.

LAZISNU Cabang Tuban, lanjutnya, siap bersinergi dengan LAZIS dan UPZIS di tingkat kecamatan maupun desa. Bahkan, LAZISNU juga siap memfasilitasi tenaga dan kendaraan bagi para muballigh LDNU yang membutuhkan transportasi dalam kegiatan dakwah.

Sementara itu, perwakilan Lembaga Ma’arif NU Tuban, Bapak Shofyan Yunus, M.Pd.I., menyampaikan bahwa selama ini Ma’arif NU bekerja dengan semangat pengabdian tanpa pamrih. Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai kegiatan, para pengurus Ma’arif juga kerap melakukan iuran pribadi sebagaimana yang dilakukan oleh teman-teman LDNU.

Menurutnya, Lembaga Ma’arif saat ini benar-benar menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, dalam proses penandatanganan ijazah, tidak ada fee khusus untuk Ma’arif. Hal itu dilakukan dengan tujuan meringankan dan memudahkan peserta didik serta lembaga sekolah di bawah naungan Ma’arif NU.

Ketua LPBI NU Tuban, Muhammad Humam, S.T., juga memberikan masukan penting. Beliau menganjurkan agar LDNU dapat bekerja sama dengan Ma’arif NU, khususnya dalam bidang karya tulis yang bermanfaat bagi anak didik di lingkungan Ma’arif Tuban.

Selain itu, beliau berharap setiap dai LDNU, baik dalam mimbar khutbah maupun pengajian, tidak hanya menyampaikan fadhilah amal, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem alam. Menurutnya, merusak alam akan membawa dampak negatif yang pada akhirnya kembali kepada manusia sendiri. Karena itu, dakwah juga perlu memuat pesan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

Salah satu bagian penting dalam pertemuan tersebut adalah dialog interaktif antara pengurus LD MWC se-Kabupaten Tuban dengan Pengurus Cabang NU Tuban. Pada kesempatan ini, PCNU Tuban diwakili oleh Sekretaris PCNU Tuban, KH. Miftahul Asror.

Dalam dialog tersebut, berbagai pertanyaan dari pengurus LD MWC disampaikan, terutama yang berkaitan dengan PERKUM dan wakaf. KH. Miftahul Asror menjawab berbagai pertanyaan tersebut dengan mudah, jelas, dan gamblang, sehingga para peserta memperoleh pemahaman yang lebih terang.

Beliau memaparkan bahwa LD tingkat MWC hendaknya tetap fokus pada bidang dakwah yang selama ini sudah ditekuni bersama. Adapun persoalan-persoalan prinsip terkait hukum dan aturan organisasi akan terus dibahas dan digodok oleh Pengurus Cabang NU Tuban.

Penjelasan tersebut memberikan ketenangan dan arah bagi para pengurus LD MWC. Mereka diharapkan tetap menjalankan tugas dakwah sebagaimana mestinya, sembari menunggu arahan dan keputusan organisasi yang lebih matang dari tingkat cabang.

Di sela rangkaian kegiatan pertemuan rutin tersebut, JIHNU atau Jam’iyyah Ismul Haq sebagai sayap dakwah LDNU juga menggelar bakti sosial berupa ruqyah dan pengobatan massal bagi warga sekitar Kecamatan Jenu.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi bentuk nyata pengabdian LDNU kepada masyarakat. Tidak hanya bergerak dalam bidang ceramah dan majelis ilmu, LDNU melalui JIHNU juga hadir memberikan pelayanan langsung kepada warga yang membutuhkan bantuan ikhtiar pengobatan.

Dalam kegiatan tersebut, JIHNU menyiapkan sekitar 8 hingga 10 tenaga terlatih untuk melayani masyarakat. Pelayanan yang diberikan meliputi ruqyah, bekam, pijat bawang, terapi listrik, dan beberapa bentuk terapi lainnya.

Adapun keluhan masyarakat yang dilayani di antaranya sakit kepala, gejala stroke, susah tidur, migrain, serta beberapa keluhan kesehatan lainnya. Kegiatan ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitar karena memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat kedekatan NU dengan umat.

Secara keseluruhan, pertemuan rutin LDNU Cabang Tuban di MWCNU Jenu berlangsung dengan penuh kekhidmatan, keakraban, dan semangat kebersamaan. Agenda ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang penguatan visi dakwah NU di tengah perubahan zaman.

Melalui arahan PCNU Tuban, sambutan tuan rumah, pemaparan LDNU Cabang Tuban, dialog lintas lembaga, serta bakti sosial JIHNU, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah NU terus bergerak dari berbagai sisi. Dakwah tidak hanya hadir di mimbar, tetapi juga melalui media digital, pelayanan sosial, pendidikan, zakat, kesehatan, kepedulian lingkungan, dan penguatan kelembagaan.

Pertemuan catur bulanan ini diharapkan dapat terus berjalan secara istiqamah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Dengan koordinasi yang baik antara LDNU Cabang Tuban, LD MWC, MWCNU, serta lembaga-lembaga NU lainnya, gerakan dakwah di Kabupaten Tuban diharapkan semakin kuat, kreatif, dan membawa kemaslahatan yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button