Badan Otonom NUBeritaNu NewsWARTA

Tutup Susbalan LXIII di Tuban, Kasatkornas Banser Tegaskan Loyalitas dan Disiplin Satu Komando

Tuban, PCNU Online
Pendidikan Dasar Lanjutan (Susbalan) Angkatan LXIII Satkorwil Banser Jawa Timur resmi ditutup di MA Al Falah Bangilan, Kabupaten Tuban, Minggu (5/7/2026). Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 80 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pendidikan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, ideologi, dan kedisiplinan kader Banser.

Penutupan dihadiri langsung oleh Kasatkornas Banser, H. Syafiq Syauqi, Lc., yang memberikan pembekalan sekaligus arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Banser tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga ketahanan nasional, tetapi juga harus mulai mengambil peran lebih luas dalam mengawal kepentingan masyarakat melalui program-program produktif, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Selama ini Banser sudah terbiasa mengawal pengajian dan para kiai. Ke depan, Banser juga harus bersama-sama menggerakkan ketahanan pangan agar semakin produktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan para peserta, Kasatkornas juga menekankan bahwa loyalitas kepada pimpinan merupakan prinsip dasar yang tidak dapat ditawar dalam organisasi Banser. Menurutnya, makna satu komando adalah seluruh cita-cita, rencana, dan gerakan organisasi harus berada dalam koordinasi pimpinan.

“Meskipun sahabat Banser menjadi tokoh di tengah masyarakat, haram hukumnya bergerak sendiri tanpa komando pimpinan. Saya di Satkornas mengikuti komando Ketua Umum. Sahabat mengikuti saya, dan saya mengikuti Ketua Umum. Begitulah prinsip satu komando yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang beredar di media sosial, terutama menjelang agenda Muktamar Nahdlatul Ulama. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai Ketua Umum PBNU, menurutnya, wajib dihormati dan didukung demi menjaga persatuan organisasi.

Prosesi penutupan secara resmi dipimpin Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Abdul Muiz, Lc., selaku inspektur upacara. Rangkaian upacara diawali dengan pelepasan tanda peserta sebagai simbol berakhirnya pendidikan, berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh haru.

Dalam amanatnya, Gus Muiz menegaskan bahwa keberhasilan mengikuti Susbalan tidak diukur dari selesainya pendidikan semata, melainkan dari sejauh mana kader mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menunjukkan kepatuhan terhadap pimpinan organisasi.

“Tidak ada gunanya menjadi Banser jika tidak ada kontribusi untuk masyarakat. Tidak ada gunanya mengikuti Susbalan jika tidak melahirkan kepatuhan kepada pimpinan. Susbalan itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah pengabdian yang nyata. Seragam Banser yang kalian kenakan memang penting, tetapi jauh lebih penting adalah ketaatan kepada pimpinan,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mensyukuri kesempatan menjadi bagian dari Banser. Menurutnya, tidak semua orang memperoleh hidayah untuk bergabung dalam barisan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

“Semua orang mengenal Banser, tetapi tidak semua orang menjadi Banser. Menjadi Banser adalah hidayah dari Allah SWT yang diberikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Maka banggalah menjadi Banser. Kita mungkin tidak memiliki apa-apa, tetapi yakinlah bahwa kita adalah santrinya Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Wahab Hasbullah. Semoga melalui khidmah ini kita menjadi penerus ilmu, akhlak, dan perjuangan para ulama,” tuturnya.

Gus Muiz turut mendoakan seluruh peserta agar senantiasa diberi keberkahan, perlindungan, dan petunjuk Allah SWT dalam mengemban amanah organisasi. Ia berharap para alumni Susbalan mampu menjadi kader yang menjaga keamanan, merawat persatuan, serta terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Upacara penutupan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta serta jajaran pimpinan yang hadir. Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta meneriakkan yel-yel kebanggaan “Jumberareka” sambil mengangkat Gus Muiz ke atas pundak sebagai bentuk penghormatan, kebersamaan, dan kegembiraan atas selesainya rangkaian Susbalan LXIII Satkorwil Banser Jawa Timur di Kabupaten Tuban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button