BeritaNu NewsWARTA

Wujudkan Keluarga Maslahah, LKK PCNU Tuban Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

Tuban, PCNU Online
Mewujudkan keluarga maslahah menjadi komitmen Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LKK PCNU) Tuban. Untuk mewujudkan itu, Jumat (16/6/2023), LKK menggelar kegiatan Bincang Keluarga Maslahah bertajuk Keluarga Sehat Bangsa Kuat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Balai Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding. Diikuti sebanyak 50 keluarga nahdliyin dari sejumlah desa di kecamatan setempat. Mayoritas peserta adalah ibu-ibu. Hadir sebagai fasilitator, yakni pengurus LKK PCNU Tuban, Siti Istianah dan Sutatik.

Ketua LKK PCNU Tuban, Arif Hidayatullah mengatakan, program keluarga maslahah merupakan konsep untuk menyebut keluarga bahagia, sejahtera, dan taat kepada ajaran agama di lingkungan NU. Secara khusus, konsep keluarga maslahah ini dikembangkan oleh LKKNU.

“Keluarga merupakan pilar utama di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai warga nahdliyin, sebuah keluarga tidak cukup sampai di sakinah, mawaddah wa rahmah, namun juga maslahah,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, keluarga nahdliyin harus mampu memberikan manfaat untuk sekitarnya. “Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian keluarga nahdliyin terhadap kebersihan lingkungan dan merubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat,” harapannya.

Sementara itu, fasilitator LKK PCNU Siti Istianah ketika memberikan materi menekankan bahwa berperilaku hidup sehat adalah hal yang sangat penting. Sebab, hidup sehat dapat menentukan kesejahteraan keluarga. “Perilaku hidup sehat harus menjadi kesadaran berssama, hingga akhirnya menjadi kebiasaan seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, ada sepuluh indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keluarga. Di antaranya, menggunakan air bersih, cuci tangan, jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk, tidak merokok dalam rumah, dan pengolahan sampah rumah tangga.

Mengenai jamban sehat dan pengolahan sampah rumah tangga, misalnya. Hal tersebut menjadi permasalahan utama masyarakat yang memengaruhi kesehatan individu, keluarga dan lingkungan sekitar. Sebab itulah, penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Sementara itu, fasilitator Sutatik memandu peserta dengan perbincangan masalah stunting. Sebagai keluarga maslahah, peserta harus ikut membantu dan berkontribusi kepada pemerintah dalam penurunan angka stunting.

Menurutnya, stunting adalah ancaman bagi kualitas daya saing generasi muda. Sebab, stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, tapi juga mengganggu perkembangan dan kecerdasan anak. “Ketika tumbuh kembang anak terganggu, maka sulit bagi anak untuk kreatif dan berprestasi,” ujarnya.

Penulis: Mahfud Muntaha
Editor: Ahmad Atho’illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button