Tuban, PCNU Online
Pada hari yang mulai senja, sekitar pukul 16.30 WIB, suara tahlil berkumandang seiring langkah kaki berjalan, di sekitar kawasan pemakaman umum banyak pengunjung yang memenuhi sebagian dari lingkungan makam masyarakat Rawasan, diiringi suara tahlil yang menggema memenuhi udara, di sebelah makam yang telah ditandai dengan sebuah papan nama yang menunjukkan bahwa makam tersebut merupakan peristirahatan Syeikh Ahmad Kholil.
Banyak masyarakat Rawasan ikut serta memperingati haul ini, banyak masyarakat yang mengatakan bahwa haul tersebut merupakan haul Syeikh Ahmad Kholil yang kedua puluh tujuh. Berarti haul ini sudah dilaksanakan sebanyak 27 kali setiap tahunnya, didukung oleh masyarakat Rawasan yang menghadiri acara ini.
“Haul ini sudah dilaksanakan sejak 10 tahun lebih, warga Rawasan begitu antusias di samping karena perjuangan Syeikh Ahmad Kholil dalam memperjuangkan ajaran Islam di desa Rawasan puluhan tahun lalu,” ujar salah satu warga Rawasan ketika dilakukan wawancara dengan warga lokal.
Tidaknya masyarakat Rawasan sendiri, banyak dari para pengunjung juga berasal dari luar Rawasan, dari Jombang hingga Rembang. Adapun di Desa Rawasan, Kecamatan Jenu terletak. Di desa ini terdapat situs yang oleh penduduk setempat disebut sebagai Makam Syekh Achmad Kholil (Makam Keramat Ambarwangi).
Desa yang satu ini tergolong unik, karena penduduknya berkumpul pada satu jalur protokol desa, tepatnya di Jalan Syekh Achmad Kholil yang berada pada Dusun Krajan. Desa ini terkenal sangat ramai, nyaris setiap hari desa ini tidak pernah sepi. Desa ini sangat tidak sinkron, dengan wilayah yang sempit, namun angka pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Desa Rawasan memiliki tempat wisata ziarah, salah satunya adalah Makam Syekh Achmad Kholil yang berlokasi di Desa Rawasan, tepatnya di dusun Gedhangan.
Makam ini berjarak 500 meter dari Balai Desa Rawasan. Pertama kali makam ini diketyemukan pada tahun 2000 oleh Muhammad Nawawi (Mbah Nawawi), seorang warga Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, melalui komunikasi spiritual. Setiap tahun diadakan semacam haul tepatnya Pada Wage, malam Jumat Kliwon bulan Safar. Di area kompleks makam terdapat sebuah sumur yang airnya tidak pernah surut.
Menurut penuturan Mbah Nawawi, di sumur yang mulai disebut sebagai sumur ‘keramat’ tersebut pada musim hujan airnya tetap tidak bertambah banyak. Hanya pernah terjadi kejadian aneh, air sumur tersebut naik ke atas pada tahun 2004 dan tak lama kemudian terjadi bencana tsunami di Aceh. Kejadian berikutnya terjadi menjelang gempa bumi yang melanda Yogyakarta, air di sumur tersebut juga naik. Seakan sumur keramat tersebut terhubung dengan air yang melanda daerah tertentu di Indonesia. Hingga sampai sekarang sumur tersebut masih menghasilkan air yang melimpah seperti dulu.
Acara Haul Syeikh Ahmad Kholil ini direalisasikan dengan nama “Rawasan Bersholawat” susunan acara meliputi Khotmil Qur’an yang dilakukaan pada hari Rabu, 15 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga selesai, lalu acara selanjutnya diteruskan dengan pembacaan doa, di mana kirim doa ini ditujukan kepada para ahli kubur, atau biasa disebutkan masyarakat Rawasan sebagai kirim arwah yang dilaksanakan pada hari Kamis 16 Juli 2026 pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Lalu dilanjutkan dengan acara Tahlil Akbar yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama Mahasiswa IAINU juga menghadiri acara tersebut. Tahlil Akbar dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Acara dilanjutkan kembali Pengajian Umum dan Gebyar Sholawat yang akan dimeriahkan oleh KH. Agus Sa’id asal Bangilan, Fatihah Indonesia, dan Ust. Ridwan Asfy yang dilaksanakan pukul 19.00 WIB sampai selesai, kemudian acara penutup dilakukan dengan doa bersama.





