BeritaNu NewsWARTA

Selametan Bersama Jadi Puncak Rangkaian Haul Mbah Buyut Suro Tani dan Begedhe Luntas di Dusun Bondalem

Tuban, PCNU Online
Suasana khidmat menyelimuti Dusun Bondalem, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, saat masyarakat menggelar selametan bersama sebagai puncak rangkaian Haul Mbah Buyut Suro Tani dan Begedhe Luntas, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mandirejo dan diikuti oleh tokoh masyarakat, sesepuh dusun, serta ratusan warga.

Selametan bersama menjadi penutup kegiatan yang telah berlangsung sejak hari Ahad (19/7). Sehari sebelumnya, warga melaksanakan tradisi manganan dengan menyembelih satu ekor sapi yang kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Tradisi ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan haul yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada Ahad malam, kemeriahan haul dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk hingga menjelang subuh. Pertunjukan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan menjadi hiburan rakyat sekaligus upaya melestarikan kesenian budaya Jawa.

Dalam selametan yang berlangsung pada Senin pagi, warga bersama-sama memanjatkan doa agar arwah Mbah Buyut Suro Tani dan Begedhe Luntas mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memohon keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Dusun Bondalem.

Rangkaian haul belum berakhir pada kegiatan selametan. Pada malam harinya atau malam Selasa, masyarakat kembali berkumpul untuk mengikuti tahlil bersama. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan haul sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat nilai religius, gotong royong, dan silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui tradisi manganan dan haul ini, masyarakat Dusun Bondalem terus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan antarwarga dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button