BeritaNu NewsWARTA

Yudisium UAI Tuban 2026: Tekankan Integrasi Ilmu dan Karakter Lulusan

Tuban, PCNU Online
Dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul berlandaskan nilai-nilai religius, Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban menggelar prosesi Yudisium bagi lulusan Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 3 Kampus A UAI, Sabtu (08/08/2026).

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kelembagaan, Inovasi, dan Kerjasama UAI, Dr. Muhammad Aziz, mewakili Rektor UAI, menegaskan bahwa para lulusan yang hadir hari ini bukan sekadar mereka yang telah menyelesaikan tugas akademik. Ia menyebut para yudisiawan sebagai “para pemenang” yang telah berhasil menaklukkan tantangan intelektual melalui doa-doa di sepertiga malam dan kerja keras yang konsisten.

“Mewakili Ibu Rektor, saya ingin menyampaikan pesan cinta dan bangga beliau. Yudisium ini bukanlah garis finish, melainkan sebuah pintu masuk menuju laboratorium kehidupan yang sesungguhnya. Di luar sana, ujian yang sebenarnya baru saja dimulai,” ujar Dr. Aziz.

Dr. Aziz memaparkan tiga poin strategis yang harus menjadi kompas hidup para alumni. Poin pertama adalah urgensi beriman dan bertakwa. Merujuk pada Surah Al-Mujadilah ayat 11, ia menegaskan bahwa kepintaran tanpa landasan iman hanya akan melahirkan kesombongan yang destruktif. Gelar akademik, baik sarjana maupun magister, diharapkan mampu membuat seseorang semakin tawadhu di hadapan Sang Khalik, sebagaimana filosofi ilmu padi yang kian berisi kian menunduk.

Poin kedua yang ditekankan adalah keselarasan antara berilmu dan beramal. Dr. Aziz mengingatkan bahwa masyarakat tidak akan menghakimi lulusan berdasarkan judul skripsi atau tesis mereka, melainkan dari manfaat nyata yang diberikan. Mengutip sebuah mahfudzot, ia menyebut ilmu tanpa amal laksana pohon yang tidak berbuah. Hal ini diperkuat dengan rujukan Surah An-Nahl ayat 97, yang menjanjikan kehidupan yang baik bagi mereka yang beramal saleh dengan landasan iman, tanpa memandang latar belakang profesi mereka nantinya.

Poin ketiga berkaitan dengan semangat berjuang dan bernegara. Mengingat UAI berpijak di tanah Tuban yang dikenal sebagai “Bumi Wali”. Para lulusan didorong untuk memiliki jiwa patriotisme yang tinggi. Dr. Aziz menuntut agar para alumni menjadi bagian dari solusi atas berbagai problematika bangsa, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Integritas diuji saat mereka terjun ke masyarakat, di mana kejujuran dan profesionalisme menjadi mata uang yang paling berharga dalam membangun peradaban.

Secara khusus, Dr. Aziz memberikan pesan mendalam bagi lulusan S1 agar tetap memiliki rasa haus akan ilmu dan tidak cepat puas dengan capaian saat ini. Mengingat dunia yang berubah sangat cepat akibat disrupsi teknologi, fleksibilitas dalam beradaptasi namun tetap teguh pada prinsip keislaman menjadi kunci keberhasilan. Sementara itu, bagi lulusan S2, ia menekankan kematangan emosional dan kedalaman analisis sebagai syarat mutlak bagi seorang pakar yang akan mengambil kebijakan strategis di masa depan.

Salah satu bagian paling menarik dalam sambutan tersebut adalah filosofi “Dhamir Na” di dalam Alfiyah Ibnu Malik yang disampaikan Dr. Aziz sebagai simbol adaptabilitas lulusan UAI. Ia menganalogikan lulusan UAI dengan dhamir (kata ganti) “Na” dalam gramatika bahasa Arab yang bersifat fleksibel. Dhamir ini tetap stabil dan berfungsi dengan baik dalam berbagai posisi, baik saat di posisi atas (rafa’), posisi tengah (nashab), maupun posisi bawah (jar). Filosofi ini mengajarkan bahwa alumni UAI harus mampu menempatkan diri di mana saja tanpa kehilangan jati diri dan integritasnya.

“Gelar akademik mungkin bisa membawa Anda ke pintu sebuah jabatan, tetapi integritas dan adab-lah yang akan menjaga Anda tetap berada di sana dan dihormati oleh sesama,” tutur Dr. Aziz.

Pesan ini seolah menjadi pengingat keras bahwa di era kompetisi global, karakter dan akhlak tetaplah menjadi pembeda utama yang menentukan sejauh mana seseorang dapat bertahan dan dihargai dalam profesinya masing-masing.

Acara ini juga diwarnai dengan pesan penuh ketulusan dari Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban, K.H. M. Husnan Dhimyati. Beliau mengajak seluruh sivitas akademika, termasuk para lulusan baru, untuk senantiasa istiqomah dalam berjuang di lingkungan Kampus Pesantren tersebut. Kiai Husnan menekankan bahwa perjuangan di bidang pendidikan adalah perjuangan jangka panjang yang membutuhkan ketabahan dan keikhlasan demi mencetak generasi khaira ummah yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

Kehadiran jajaran pimpinan universitas menambah sakralnya suasana Yudisium kali ini. Tampak hadir Ketua Senat UAI, Dr. H. Muhammad Badar, M.Ag, Rektor UAI, Dr. Laily Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog serta jajaran Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur Pascasarjana. Tidak ketinggalan para Ketua Program Studi (Kaprodi), kepala unit, serta lembaga di lingkungan UAI yang turut menyaksikan prosesi pelepasan mahasiswa mereka yang kini resmi menyandang gelar baru. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan institusional terhadap capaian akademik para mahasiswa.

Berdasarkan data yang dihimpun, Yudisium periode ini meluluskan total 111 mahasiswa yang tersebar di berbagai fakultas. Rinciannya meliputi 15 mahasiswa dari Fakultas Syariah, 19 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta jumlah terbanyak berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan 61 mahasiswa. Selain itu, Program Pascasarjana (S2) juga turut meluluskan 16 mahasiswa magister yang siap menjadi tenaga ahli di bidangnya masing-masing.

Dominasi lulusan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menunjukkan komitmen berkelanjutan UAI dalam memasok tenaga pendidik berkualitas bagi wilayah Tuban dan sekitarnya. Namun, kehadiran lulusan dari rumpun ekonomi, hukum (Syariah), dan magister juga menandakan transformasi UAI yang semakin komprehensif dalam menyentuh berbagai sektor kebutuhan masyarakat modern. Hal ini selaras dengan upaya penguatan kelembagaan yang terus digelorakan oleh pihak rektorat dan yayasan.

Prosesi yudisium ditutup dengan saling memberikan selamat dan berfoto bersama di area kampus. Kesan mendalam dari amanat Warek 1 diharapkan tidak hanya menjadi pengantar kelulusan, tetapi menjadi api semangat yang terus menyala saat para alumni melangkah keluar dari gerbang UAI Tuban. Mereka kini dilepas sebagai “pendekar” Al-Hikmah yang siap menjadi terang di tengah kegelapan dan mata air di tengah kemarau panjang bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button