Ngopi Kader PCNU Tuban: Merawat Khidmat, Menguatkan Ranting Ideal
Tuban, PCNU Online
Kegiatan Ngopi Kader Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban bersama MWCNU Semanding dan MWCNU Grabagan yang berlangsung di MI Plus Naf’ul Ulum Gedongombo menjadi ruang silaturahmi, dialog interaktif, dan penguatan komitmen kader dalam mengembangkan jamiyah Nahdlatul Ulama, Rabus, (23/09/2026).
Dalam sesi ikhtitam, KH Ahmad Damanhuri menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya silaturahmi yang berlangsung gayeng, terbuka, dan penuh kebersamaan. Menurutnya, dialog dua arah menjadi sarana penting untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan organisasi.
“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Permasalahan bisa dicarikan solusi. Kegiatan ini bukan hal baru, tetapi sebagai tanggung jawab khidmah. Tidak menggurui, tetapi membersamai. Tidak instruksi, tetapi mengajak kepada kebaikan,” ungkapnya.
KH. Ahmad Damanhuri menegaskan bahwa pengembangan Ranting Ideal merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh berhenti hanya pada dua atau tiga ranting. Program tersebut harus terus berkembang secara berkelanjutan, dengan proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran.
Ia mengibaratkan kemajuan ranting sebagai bagian dari kemajuan wilayah secara keseluruhan. “Kalau desa maju, maka kecamatan maju,” tuturnya, seraya menekankan bahwa penguatan organisasi di tingkat ranting memiliki dampak terhadap perkembangan MWC dan jamiyah NU secara lebih luas.
Menurutnya, model pengembangan Ranting Ideal perlu dimulai dari pendataan dan pemetaan. Langkah tersebut menjadi dasar untuk memahami potensi, kebutuhan, serta tantangan setiap ranting secara lebih terarah.
Dalam arahannya, KH. Ahmad Damanhuri mengingatkan kader agar tidak larut dalam berbagai isu NU di media sosial yang dapat melemahkan konsentrasi dan gerak organisasi.
“Kalau kita larut dalam isu-isu NU di medsos, maka akan selalu lemah,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab dalam membentengi jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, penguatan organisasi perlu diiringi dengan langkah nyata, konsolidasi, dan keberlanjutan kaderisasi.
Selain penguatan organisasi, KH Ahmad Damanhuri menyoroti pentingnya publikasi kegiatan NU. Ia menilai masih banyak kegiatan jamiyah yang belum terekspos secara optimal sehingga kurang mampu menginspirasi masyarakat dan kader lainnya.
Pengelolaan informasi dan pemberitaan menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar berbagai ikhtiar, pelayanan, dan aktivitas NU dapat diketahui secara lebih luas serta menjadi inspirasi bagi pengembangan ranting di wilayah lain.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Ngopi Kader ini merupakan hasil diskusi dengan PCNU Sragen, Jawa Tengah, yang kemudian menjadi bagian dari upaya penguatan silaturahmi dan kaderisasi di lingkungan PCNU Tuban.
Pada akhir penyampaiannya, KH Ahmad Damanhuri menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya pihak sponsor, IIKNU, UNUMA, dan LKNU Tuban.
Kegiatan Ngopi Kader PCNU Tuban diharapkan menjadi ruang bersama untuk merawat khidmah, memperkuat sinergi, dan membangun Ranting Ideal secara bertahap, konsisten, serta berkelanjutan demi kemajuan jamiyah Nahdlatul Ulama.





