LD PWNU Jatim Dorong Dakwah Wasathiyah yang Membumi di Tengah Masyarakat
Tuban, PCNU Online
Sebanyak 250 dai dan daiyah dari sejumlah daerah di Jawa Timur berkumpul di Hall Utama Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban, Sabtu pagi (26/09/2026).
Mereka mengikuti Halaqah Dakwah Islam Wasathiyah yang digelar Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur bersama Yayasan Bina Insan Kamil Tuban. Peserta datang dari Tuban, Bojonegoro, Babat, hingga Lamongan.
Halaqah tersebut diikuti unsur Lembaga Dakwah NU, Fatayat NU, dan Muslimat NU. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kapasitas para dai dalam menghadapi tantangan dakwah di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djazilan Badri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari amanah PWNU Jawa Timur untuk memperkuat dakwah yang moderat, ramah, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak semestinya hanya berlangsung di atas mimbar. Lebih dari itu, dakwah perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari serta mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat dengan cara yang tidak memicu kemarahan maupun memperlebar perbedaan.
“Dakwah itu ramah, bukan memancing kemarahan atau menyuburkan perpecahan,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. M. Ali Azis, mengingatkan pentingnya para dai terus memperluas wawasan dan membangun cara pandang keagamaan yang moderat.
Ia menyebut kebiasaan membaca dan terus belajar sebagai salah satu kunci penting dalam penguatan kapasitas dai. Melalui halaqah, para dai dapat bertukar pengetahuan, melakukan koreksi, sekaligus memperkaya perspektif dalam menjalankan dakwah.
“Da’i wajib gemar membaca agar punya karya,” jelas Prof. Azis.
Prof. Azis juga menjelaskan bahwa dakwah wasathiyah yang dikembangkan NU berpijak pada prinsip keseimbangan. Tradisi yang baik tetap dipertahankan, sedangkan perubahan yang membawa kemaslahatan dapat diterima secara terbuka.
Dalam konteks tersebut, para dai memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan keberagamaan masyarakat agar tetap teduh. Dakwah diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat harmoni sosial.
Dukungan terhadap kegiatan dakwah juga disampaikan Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil Tuban, KH. Imam Mawardi Ridlwan. Ia menegaskan kesiapan Yabika untuk terus berkhidmat serta mendukung berbagai kegiatan PCNU Kabupaten Tuban.
“Kami siap berkhidmat untuk kegiatan PCNU Kabupaten Tuban,” ujarnya.
Halaqah yang diikuti sekitar 250 peserta tersebut kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Insan Kamil Tuban.
Rangkaian kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah wasathiyah dalam bentuk nyata. Tidak hanya melalui penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga lewat penguatan komunitas dan pembangunan ruang-ruang keagamaan yang diharapkan membawa kesejukan bagi masyarakat.





