Tuban, PCNU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban kembali melanjutkan agenda Turba dengan menyambangi MWCNU Bangilan, Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Nurul Hasan Bangilan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus PCNU, MWC, badan otonom, serta warga nahdliyin setempat.
Acara diawali dengan iftitah dan taujihat dari Rois Syuriah PCNU Tuban KH Dr Ahsan Ghozali. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa para muassis Nahdlatul Ulama insyaallah merasa senang melihat generasi penerus yang terus menjaga dan merawat warisan perjuangan mereka.
“Para muassis insyaallah senang karena kita ikut menjaga warisannya,” ujarnya di hadapan peserta.
KH Ahsan kemudian menyampaikan hikmah dari sebuah riwayat tentang seorang ahli neraka yang pada hari kiamat melihat ahli surga. Orang tersebut berkata bahwa dahulu ia pernah melihat ahli surga itu beramal saleh sebagaimana dirinya, namun ahli surga tersebut mendapat rahmat Allah dan dimasukkan ke dalam surga. Atas izin Allah, orang yang semula berada di golongan ahli neraka itu akhirnya juga dimasukkan ke dalam surga.
Menurut beliau, kisah tersebut mengandung pelajaran bahwa kedekatan dengan orang-orang saleh dan berada dalam barisan perjuangan yang benar akan mendatangkan pertolongan Allah SWT.
“Begitu pula kita yang berjuang di NU, memperjuangkan Islam lewat NU yang didirikan orang-orang alim. Jika nanti ada yang terpeleset dan salah, insyaallah tetap dianggap dan dimasukkan ke golongan para muassis NU,” tuturnya.
Beliau menegaskan bahwa berjuang di Nahdlatul Ulama memiliki arti sangat penting, karena melalui jam’iyah ini umat Islam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, merawat tradisi ulama, serta menguatkan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Berjuang di NU sungguh sangat penting, karena dengan itu insyaallah kita selalu dalam pertolongan Allah bi barokati Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Turba PCNU Tuban di Bangilan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus cabang dan MWC, sekaligus menumbuhkan semangat khidmah warga nahdliyin untuk terus merawat perjuangan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama. Intaha. (Fiz)





