Tuban, PCNU Online
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jawa Timur melaksanakan aksi penyaluran air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “BEM PTNU Mengabdi, Wujud Nyata untuk Negeri” dan menjadi bagian dari gerakan pengabdian masyarakat serentak se-Nusantara yang berlangsung pada 22-28 Oktober 2026, di bawah koordinasi Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Bahaurrifqi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BEM PTNU Jawa Timur, Sefty Hasan Khusaini, bersama Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Bahaurrifqi, serta sejumlah presiden mahasiswa dari perguruan tinggi yang terafiliasi dengan BEM PTNU Jawa Timur, khususnya di wilayah Tuban.
Gerakan penyaluran 1jt liter air bersih se-nusantara ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Tuban. BEM PTNU Jawa Timur juga menjangkau masyarakat di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, sebagai bagian dari perluasan aksi kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan akses air bersih. Kehadiran di dua wilayah tersebut menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan. Momentum Hari Santri Nasional dimaknai bukan sekadar peringatan historis atas perjuangan kaum santri, melainkan juga sebagai ruang untuk menghidupkan kembali nilai khidmat, solidaritas, dan tanggung jawab sosial melalui tindakan nyata.
Ketua BEM PTNU Jawa Timur, Sefty Hasan Khusaini, menegaskan bahwa semangat santri dan mahasiswa harus tercermin dalam keberanian untuk hadir di tengah persoalan masyarakat serta mengambil bagian dalam mencari solusi.
“Melalui gerakan BEM PTNU Mengabdi, Wujud Nyata untuk Negeri, kami ingin menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh berjarak dengan persoalan rakyat. Hari Santri bukan hanya momentum untuk mengenang sejarah perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga pengingat bahwa pengabdian harus terus dilanjutkan. Mahasiswa harus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan penyaluran air bersih di Kabupaten Tuban akan berlanjut hingga Jumat (23/10/2026), dengan pendampingan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Tuban. Pendampingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran bantuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga sosial dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Secara lebih luas, gerakan pengabdian yang berlangsung pada 22-28 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di berbagai daerah. Di bawah koordinasi Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Bahaurrifqi, kegiatan ini membawa pesan bahwa pengabdian tidak dibatasi oleh wilayah maupun latar belakang kampus, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Bagi BEM PTNU Jawa Timur, penyaluran air bersih di Desa Kaligede, Kabupaten Tuban, serta Desa Trenggulunan, Kabupaten Bojonegoro, merupakan wujud konkret kehadiran mahasiswa dalam merespons persoalan kebutuhan dasar masyarakat. Meski demikian, organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya melalui bantuan darurat. Diperlukan langkah berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan infrastruktur air bersih, hingga penyediaan akses air yang layak dan berkesinambungan.
Melalui gerakan ini, BEM PTNU Jawa Timur berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas sosial, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kolaborasi antara mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan pemerintah menjadi penting agar persoalan kekeringan dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui gerakan pengabdian ini menjadi pengingat bahwa nilai khidmat harus diwujudkan dalam kerja nyata. Santri dan mahasiswa memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga tradisi pengabdian, meneruskan semangat perjuangan para ulama, serta mengambil bagian dalam menjawab persoalan masyarakat.
Bagi BEM PTNU Jawa Timur, mengabdi bukan sekadar hadir ketika momentum tiba, melainkan kesediaan untuk terus bergerak bersama masyarakat. Sebab, ukuran perjuangan mahasiswa bukan hanya terletak pada gagasan yang disampaikan, tetapi juga pada manfaat yang benar-benar dirasakan oleh rakyat.





