Tuban, PCNU Online
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Muslimat NU Rengel melaksanakan kegiatan ziarah ke maqbaroh sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Kamis, (08/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa para ulama, menghormati perjuangan para pendahulu, sekaligus ngalap barokah dari para masyayikh yang telah mengabdikan hidupnya untuk agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, rombongan Pengurus MWCNU dan Muslimat NU Rengel mengunjungi maqbaroh KH Ali Manshur Siddiq di Maibit dan KH Musyaffak di Sawahan.
KH Ali Manshur Siddiq merupakan salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam perjalanan NU. Nama beliau juga dikenal luas sebagai penggubah Sholawat Badar, lantunan sholawat yang hingga kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi keagamaan dan perjuangan warga Nahdliyin.
Sementara itu, ziarah ke maqbaroh KH Musyaffak di Sawahan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan beliau dalam mengabdikan diri kepada agama, masyarakat, serta Nahdlatul Ulama.
Kegiatan ziarah tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan ke makam, tetapi juga sebagai sarana untuk menyambung mata rantai sejarah, mengenang jasa para ulama, memperkuat kecintaan terhadap NU, serta mengambil keteladanan dari perjuangan para pendahulu.
Selain ziarah yang dilakukan oleh Pengurus MWCNU dan Muslimat NU Rengel, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh pengurus NU di tingkat ranting. Masing-masing pengurus ranting melakukan ziarah ke makam para tokoh dan sesepuh NU yang telah wafat di wilayah ranting masing-masing.
Ziarah di tingkat ranting tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh NU setempat yang pada masa hidupnya telah berjuang merintis, membesarkan, dan menjaga keberlangsungan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Para tokoh tersebut merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan NU di masing-masing wilayah ranting.
Dengan demikian, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi agenda bersama di tingkat MWC, tetapi juga menjadi gerakan bersama hingga tingkat ranting. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus NU agar tidak melupakan jasa dan perjuangan para ulama serta tokoh yang telah mendahului.
Melalui tradisi ziarah, diharapkan hubungan batin antara generasi penerus dengan para masyayikh dan sesepuh NU tetap terjaga. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, kebersamaan, dan pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu dapat terus dilanjutkan oleh generasi NU saat ini.
Pengurus MWCNU dan Muslimat NU Rengel berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mendoakan para ulama dan sesepuh NU yang telah wafat, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen dalam meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Al-Fatihah untuk para masyayikh, ulama, dan sesepuh NU yang telah mendahului kita.





