Tuban, PCNU Online
Memiliki ribuan kader bukan jaminan organisasi akan kuat. Tanpa militansi, komitmen, dan keterlibatan nyata, besarnya jumlah kader justru berisiko menjadi potensi yang belum tergarap maksimal.
Pesan itulah yang mengemuka dalam tausiyah Rois Syuriyah PCNU Tuban, KH Ahsan Ghozali, dalam kegiatan Ngopi Kader bersama MWCNU Singgahan dan MWCNU Parengan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mubarok, Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, tersebut menjadi bagian dari ikhtiar konsolidasi dan optimalisasi kader Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Tuban.
Di hadapan peserta, Kiai Ahsan mengingatkan kembali pentingnya memperkuat kesadaran ke-NU-an. Menurut dia, kaderisasi tidak boleh berhenti pada proses pendidikan formal atau sekadar tercatat dalam database organisasi. Lebih dari itu, kader harus memiliki pemahaman ideologi yang kuat dan kesiapan untuk menjaga keberlangsungan perjuangan NU.
Dalam tausiyahnya, Kiai Ahsan mengutip hadis Rasulullah SAW yang menggambarkan kondisi umat Islam di akhir zaman, ketika menghadapi berbagai tekanan dari berbagai arah.
Beliau menyampaikan gambaran umat Islam yang diperebutkan sebagaimana makanan yang menjadi rebutan orang-orang yang lapar. Ketika para sahabat mempertanyakan apakah umat Islam saat itu berjumlah sedikit?, Rasulullah SAW justru menggambarkan bahwa umat Islam pada saat itu berjumlah sangat banyak.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa besarnya jumlah umat tidak dengan sendirinya menjamin kekuatan dan ketangguhan mereka dalam menghadapi tantangan.
Dalam konteks Indonesia, Kiai Ahsan mengajak peserta melihat NU sebagai organisasi dengan basis warga dan kader yang besar. Potensi tersebut harus dirawat melalui konsolidasi, penguatan ideologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita terus melakukan konsolidasi agar kuantitas yang besar ini diimbangi dengan kualitas yang baik,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.
Bagi Kiai Ahsan, jumlah kader yang besar merupakan modal penting. Namun, modal itu baru akan memberikan manfaat apabila kader memiliki komitmen, memahami nilai-nilai ke-NU-an, dan bersedia mengambil peran dalam kehidupan organisasi.
Pesan Rois Syuriyah tersebut relevan dengan agenda utama Ngopi Kader PCNU Tuban, yakni mengoptimalkan potensi kader yang selama ini telah mengikuti berbagai proses pengkaderan.
Pada akhirnya, pesan tausiyah Kiai Ahsan menegaskan bahwa tantangan NU bukan semata-mata memperbesar jumlah anggota, melainkan memastikan bahwa kekuatan jumlah tersebut berbanding lurus dengan kualitas pengabdian.
NU membutuhkan kader yang bukan hanya banyak secara angka, tetapi juga kuat secara ideologi, kokoh dalam komitmen, dan nyata dalam khidmah. Dari konsolidasi yang berkelanjutan itulah, potensi ribuan kader diharapkan benar-benar menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang lebih solid dan bermanfaat bagi umat. Intaha. (Fiz)





