Recehan Warga, Harapan Nyata: Mobil Sehat LAZISNU Tuban Layani 905 Pasien Duafa
Tuban, PCNU Online
Akses terhadap fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan pelik bagi masyarakat kurang mampu di pelosok daerah. Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kendala biaya transportasi sering kali menjadi tembok besar yang menghalangi warga sakit untuk menjangkau rumah sakit rujukan. Bergerak dari gelisah itu, jaringan filantropi berbasis komunitas mandiri mulai mengurai simpul persoalan.
Selama sepanjang semester pertama tahun ini, periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, Layanan Mobil Sehat yang diinisiasi oleh LAZISNU PCNU Tuban tercatat telah melayani sedikitnya 905 pasien. Fasilitas gratis ini digerakkan secara kolaboratif oleh Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) NU Care-LAZISNU di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWCNU/Kecamatan) hingga Pengurus Ranting (PRNU/Desa) di seluruh penjuru Kabupaten Tuban.
Ketua LAZISNU PCNU Tuban, Joko Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa kehadiran armada ini menyasar langsung warga prasejahtera yang kerap terbentur ongkos angkutan ketika harus dirujuk ke luar daerah. Selama enam bulan terakhir, armada Mobil Sehat telah hilir mudik mengantarkan pasien ke berbagai pusat layanan kesehatan, mulai dari RS di Tuban, Bojonegoro, Babat, Lamongan, Gresik, hingga rumah sakit rujukan utama di Surabaya.
“Layanan ini hadir sebagai jembatan kemanusiaan. Banyak warga kita yang sebenarnya memiliki jaminan kesehatan, namun tidak mampu berobat karena tidak ada biaya untuk menyewa kendaraan menuju rumah sakit yang jaraknya puluhan hingga ratusan kilometer,” ujar Joko.
Untuk menopang operasional tersebut, LAZISNU menggelontorkan dana sebesar Rp 144.650.000 selama enam bulan. Dana tersebut dialokasikan secara akuntabel untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) serta pemberian bisyaroh (insentif) bagi para sopir mobil siaga yang bersiaga siang dan malam.
Menariknya, seluruh pendanaan program kemanusiaan ini tidak bersumber dari hibah besar korporasi atau anggaran pemerintah, melainkan murni dari kesadaran akar rumput melalui Gerakan Koin NU. Dana ratusan juta tersebut berhulu dari recehan infak dan sedekah masyarakat yang dikumpulkan saban bulan melalui media kaleng Koin NU yang tersebar di rumah-rumah warga. Kaleng-kaleng ini kemudian dihimpun secara berkala oleh para relawan UPZIS di tingkat desa.
Model filantropi mikro ini membuktikan bahwa pengelolaan dana sosial keagamaan yang terorganisasi dengan baik mampu menjelma menjadi jaring pengaman sosial yang kokoh bagi masyarakat. Dari masyarakat kembali ke masyarakat.
Saat ini, titik persebaran Mobil Siaga NU telah menjangkau wilayah-wilayah strategis di Kabupaten Tuban untuk mempercepat waktu respons penanganan pasien. Armada siaga tersebut kini menetap dan beroperasi di sejumlah titik, meliputi Kecamatan Tuban, Rengel, Palang, Soko, Parengan, dan Singgahan.
Melalui integrasi modal sosial, manajemen yang transparan, dan semangat kerelawanan yang kuat, Layanan Mobil Sehat LAZISNU PCNU Tuban tidak hanya sekadar memindahkan pasien dari rumah ke rumah sakit. Lebih dari itu, gerakan ini sedang merawat harapan dan menegaskan kembali bahwa di tengah himpitan ekonomi, solidaritas warga tetap menjadi penolong pertama yang paling nyata.





