Tuban, PCNU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tuban, KH Ahmad Damanhuri, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan progres organisasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palang dalam kegiatan Turun Bawah (Turba) yang digelar di Kantor MWCNU Palang, Tuban, Sabtu (07/02/2026).
Dalam sambutannya, KH Damanhuri menilai MWCNU Palang berhasil menunjukkan kinerja organisasi yang aktif, progresif, dan transparan. Hal itu terlihat dari laporan kegiatan serta pengelolaan keuangan yang disampaikan jajaran pengurus.
“Dari laporan yang disampaikan, ternyata NU itu sugih (kaya). Setahun saja bisa lebih dari setengah miliar. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar KH Damanhuri.
Ia menyebut, selama ini NU kerap dipersepsikan kalah dalam hal publikasi dibanding organisasi lain. Namun, laporan detail dari ranting dan MWC seperti yang dilakukan MWCNU Palang menunjukkan besarnya potensi organisasi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun finansial.
KH Damanhuri juga mengapresiasi dedikasi para pengurus, termasuk para aktivis NU yang tetap berkhidmat meski memiliki kesibukan sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, pengabdian yang dilandasi keikhlasan, istiqamah, dan kejujuran akan melahirkan kekuatan besar bagi jamiyah Nahdlatul Ulama.
Dalam paparannya, ia menyinggung pertumbuhan NU secara historis dan berdasarkan data survei. Ia menyebutkan, berdasarkan riset Alvara, jumlah warga NU terus mengalami peningkatan, sementara ormas Islam lainnya cenderung stagnan bahkan menurun.
“NU itu seperti negara. Dari pusat sampai ranting ada semua. Maka, kalau mobilisasi massa, NU sangat luar biasa. Ini buah dari keikhlasan dan ketelatenan para kiai dalam merawat umat,” tegasnya.
Selain itu, KH Damanhuri menekankan bahwa keberhasilan NU tidak lepas dari pendekatan kultural dan kearifan lokal. Sikap ngemong, merangkul, dan tidak menghakimi, menurutnya, menjadi kunci diterimanya NU di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan bagaimana Rais Syuriah di tingkat ranting tetap hadir mendoakan warga yang semasa hidupnya jarang beribadah. Pendekatan humanis semacam itu, lanjutnya, justru melahirkan kesadaran keagamaan di kalangan generasi penerus.
“Pendekatan para sesepuh inilah yang membuat anak-cucu mereka akhirnya meramaikan masjid, TPQ, dan madrasah,” jelasnya.
Menutup sambutan, KH Damanhuri mendorong seluruh jajaran NU, khususnya di tingkat ranting dan MWC, untuk mulai melakukan penataan organisasi secara lebih sistematis dan berbasis data. Ia menegaskan pentingnya pendataan jumlah masjid, jamaah, potensi ekonomi, hingga pengelolaan keuangan yang profesional.
“NU harus dikelola dengan tertib dan strategis. Kebenaran yang tidak teratur bisa dikalahkan oleh kebatilan yang teratur. Maka, kita harus menata diri, membangun sistem, dan menguatkan konsolidasi,” tandasnya.
Ia berharap, MWCNU Palang dapat menjadi pelopor pengelolaan organisasi modern, termasuk dalam pengembangan aset dan ekonomi umat. Dengan kerja kolektif, musyawarah, serta keikhlasan, ia optimistis NU di Tuban akan semakin maju dan berdaya. Intaha. (Fiz)





