Tuban, PCNU Online
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 23 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar acara pembukaan KKN di Balai Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, pada Rabu (08/07/2026).
Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa sekaligus wadah memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN kepada pemerintah desa dan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Mandirejo beserta perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa, M. Rifqi Ali Maghfur Pratama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mandirejo dan seluruh masyarakat atas sambutan yang diberikan kepada mahasiswa KKN.
“Terima kasih kami sampaikan, sekaligus kami juga memohon izin agar seluruh peserta KKN dapat diterima dengan baik selama menjalankan pengabdian di Desa Mandirejo serta berharap terjalin kerja sama yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat,” turturnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Kusumawati Dwi N. M., M.Pd.I., menjelaskan bahwa fokus program kerja tahun ini tetap mengangkat tema pengelolaan sampah karena pada pelaksanaan KKN sebelumnya telah dirintis program serupa.
“Program pengelolaan sampah dipilih sebagai bentuk keberlanjutan dari KKN sebelumnya. Harapannya, mahasiswa tidak hanya menghadirkan program baru, tetapi juga memperkuat dan mengembangkan program yang sudah dirintis agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Mandirejo,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mandirejo, Supriyono, S.H., secara resmi membuka pelaksanaan KKN IAINU Tuban di Desa Mandirejo. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN dan berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah pembentukan Bank Sampah sebagai upaya mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Melalui program ini, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis akan dikelola dan ditabung sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga akan mengadakan edukasi mengenai pengelolaan sampah serta pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Penulis: Wafiq Habibah, Mahasiswi IAINU Tuban.





