
Tuban, PCNU Online
Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, menyimpan berbagai potensi lokal yang menarik untuk terus dikembangkan. Salah satunya adalah keberadaan usaha kerajinan gamelan besi “Mugi Rahayu”, yang menjadi salah satu pengrajin alat musik tradisional di desa tersebut yang diprakarsai oleh Sutrisno.
Di tengah perkembangan zaman dan semakin modernnya dunia musik, Sutrisno, pengrajin gamelan di Desa Tobo mengatakan tetap mempertahankan keterampilan tradisional dalam membuat berbagai alat musik gamelan. Karena menurutnya, dari tempat sederhana inilah, berbagai proses pembuatan gamelan dilakukan dengan penuh ketelitian dan keterampilan.
“Melestarikan gamelan berarti ikut menjaga suara dan identitas budaya bangsa,” kata Sutrisno.
Usaha Mugi Rahayu melayani pembuatan berbagai jenis gamelan, termasuk gamelan besi, gamelan tongklek, dan berbagai pesanan alat musik tradisional lainnya. Di lokasi produksi, terlihat berbagai bahan, peralatan, hingga bagian-bagian gamelan yang sedang dalam proses pengerjaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembuatan gamelan membutuhkan ketelatenan, pengalaman, dan keahlian khusus.
Keberadaan pengrajin gamelan ini menjadi salah satu kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Tobo. Tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, kerajinan gamelan juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional Indonesia.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri IAINU Tuban, mahasiswa turut melakukan pengenalan dan pengangkatan potensi lokal yang ada di Desa Tobo. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap usaha-usaha masyarakat yang memiliki nilai budaya dan berpotensi untuk terus berkembang.
Mahasiswa KKN Mandiri IAINU Tuban berharap keberadaan pengrajin gamelan Mugi Rahayu dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dengan promosi dan dukungan dari berbagai pihak, usaha kerajinan tradisional seperti ini diharapkan mampu terus bertahan di tengah perkembangan zaman serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut mencintai dan melestarikan budaya daerah.
Potensi lokal bukan hanya tentang apa yang dihasilkan oleh masyarakat, tetapi juga tentang cerita, keterampilan, dan warisan budaya yang ada di baliknya. Melalui KKN Mandiri, mahasiswa IAINU Tuban berupaya turut mengenalkan potensi Desa Tobo agar semakin dikenal, berkembang, dan tetap lestari dari generasi ke generasi.




