Menjawab Tuntutan Zaman, PAC GP Ansor Semanding Gelar Workshop AI untuk Kader NU dan Masyarakat
Tuban, PCNU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Semanding kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di era disrupsi digital. Pada Ahad, (9/08/2026), organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama ini sukses menyelenggarakan sebuah agenda progresif bertajuk “Workshop Artificial Intelligence (AI)” yang mengambil tempat di Aula Kantor Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas akar rumput. Berdasarkan data panitia, tercatat lebih dari 50 peserta antusias mendaftarkan diri, yang tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga didominasi oleh para kader lintas Badan Otonom (Banom) NU, mulai dari Muslimat, Fatayat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), hingga pencak silat Pagar Nusa (PN).
Guna memastikan transfer pengetahuan berstandar tinggi, panitia menghadirkan pakar teknologi terkemuka, Wijaya Whiz, sebagai narasumber tunggal. Reputasi Wijaya di bidang kecerdasan buatan tidak diragukan lagi, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni serta jam terbangnya yang tinggi sebagai narasumber dalam berbagai seminar maupun lokakarya berskala nasional yang tersebar di wilayah Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Jawa Tengah dan sekitarnya.
Secara esensial, agenda edukatif ini dirancang dengan tujuan strategis untuk menjembatani kader-kader muda NU agar mampu merespons dan beradaptasi terhadap tuntutan zaman yang kian dinamis. Ketua PAC GP Ansor Semanding, Habiburohman Yusuf, dalam sambutan pembukanya menekankan betapa krusialnya penguasaan literasi digital bagi para kader nahdliyin pada konstelasi global saat ini.
“Hari ini adalah harinya AI, semua orang punya gadget maka kami menjembatani kader NU untuk menjawab tuntutan zaman karena semua orang bisa mengunakan AI,” tegas Habiburohman di hadapan puluhan peserta, menyoroti pentingnya merubah paradigma bahwa teknologi mutakhir bukanlah sesuatu yang eksklusif, melainkan alat bantu yang harus bisa diakses oleh siapa saja.
Pandangan visioner tersebut turut diamini dan diperkaya oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tuban, Gus Muiz, yang hadir memberikan motivasi. Dalam arahannya, ia memberikan perspektif teologis-filosofis ala pesantren dengan menyebut instrumen AI sebagai sebuah wasilah atau perantara.
“Peradaban kita mengajarkan media tidak kalah penting dari tujuan, ada pepatah Arab mengatakan al wasilah ahamu minal maddah artinya media lebih penting dari materi yang akan disampaikan,” papar Gus Muiz memberikan legitimasi kultural terhadap penggunaan teknologi canggih.
Dukungan struktural dan moral terhadap inisiatif PAC Ansor Semanding ini semakin terasa paripurna dengan hadirnya jajaran tokoh agama dan sesepuh Nahdlatul Ulama setempat. Turut hadir memantau jalannya lokakarya teknologi ini adalah KH. Ulinnuha yang secara khusus hadir mewakili jajaran Syuriyah MWCNU Semanding, serta K. Alfani yang hadir mewakili jajaran Tanfidziyah MWCNU Semanding, mengukuhkan sinergi harmonis antara pelestarian tradisi dan penguasaan inovasi di tubuh jamiyyah.





