BeritaNu NewsWARTA

Ngopi Kader Kerek-Montong Dorong Penguatan Ranting dan Kaderisasi NU

Tuban, PCNU Online
Penguatan kaderisasi dan revitalisasi ranting menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan Ngopi Kader yang mempertemukan kader Nahdlatul Ulama (NU) dari Kecamatan Kerek dan Montong, Selasa (06/10/2026).

Forum tersebut menjadi ruang diskusi dua arah untuk memetakan berbagai persoalan yang dihadapi kader dan ranting NU sekaligus menggali potensi yang bisa dikembangkan. Peserta tidak hanya membahas persoalan organisasi, tetapi juga mencari solusi yang dapat diterapkan secara nyata di tingkat ranting.

Sejumlah isu mengemuka dalam diskusi. Di antaranya masih belum optimalnya kaderisasi, belum meratanya keikutsertaan kader dalam program kaderisasi seperti Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKNU), serta perlunya penguatan administrasi dan database organisasi.

Konsep Ranting Ideal NU juga menjadi pembahasan penting. Peserta menilai keberadaan ranting tidak cukup hanya aktif secara administratif, tetapi harus mampu menjadi pusat kegiatan ke-NU-an di tengah masyarakat.

Karena itu, diperlukan pendampingan yang lebih konkret. Salah satunya melalui pembuatan pilot project atau role model Ranting Ideal yang dapat menjadi contoh bagi ranting lainnya.

“Ngopi kader jangan berhenti pada diskusi. Harus ada tindak lanjut dan program yang berkelanjutan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Selain penguatan struktur, peserta juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat masyarakat. Kultur NU yang selama ini telah mengakar dinilai perlu diperkuat agar berjalan seiring dengan struktur organisasi.

Sinergi antara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), ranting, badan otonom dan lembaga NU juga dinilai menjadi kunci. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program bersama yang lebih efektif dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Forum juga mendorong pemutakhiran database organisasi. Data kader, pengurus ranting, Banom, lembaga hingga potensi yang dimiliki masing-masing desa dinilai penting sebagai dasar dalam menyusun program dan menentukan pola pendampingan.

Dengan adanya data yang lebih lengkap, persoalan di masing-masing ranting dapat dipetakan secara lebih akurat. Dari sana, NU dapat menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

Kegiatan Ngopi Kader Kerek-Montong diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi dan diskusi. Hasil pertemuan tersebut akan diarahkan menjadi bahan untuk menyusun program penguatan ranting, kaderisasi, pendataan serta pendampingan secara berkelanjutan.

Semangat yang dibangun adalah menjadikan ranting sebagai ujung tombak jam’iyah NU. Ranting yang hidup, kader yang aktif, serta sinergi antar-Banom dan lembaga diharapkan mampu memperkuat keberadaan NU di tengah masyarakat. Intaha. (Fiz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button