Relawan NU Tuban Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Aceh Tamiang
Tuban, PCNU Online
Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZISNU) PCNU Tuban menuntaskan rangkaian misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang, Sumatera Utara.
Penugasan ini diawali dengan upacara pemberangkatan relawan yang digelar di Kantor PCNU Tuban sebelum tim diterjunkan ke lokasi bencana.
Dalam sambutannya saat pelepasan relawan, Rais Syuriyah PCNU Tuban KH Ahsan Ghozali menegaskan bahwa keterlibatan PCNU Tuban dalam penanganan bencana meneladani sikap para sahabat Rasulullah SAW. Menurut dia, ukhuwah yang dicontohkan para sahabat bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Ketika Rasulullah mengukhuwahkan kaum Muhajirin dan Anshar, itu bukan hanya ukhuwah ruhaniyah, tetapi juga ukhuwah jasadiyah, ukhuwah fisikiyah. Para sahabat rela mengorbankan tanah, ladang, dan kebunnya ketika ada saudara yang membutuhkan,” kata Kiai Ghozali.
Kiai Ahsan menambahkan, semangat itulah yang mendorong PCNU Tuban untuk terlibat langsung membantu masyarakat terdampak banjir di Aceh.
“Dengan meneladani para sahabat Nabi, PCNU Tuban ikut cancut tali wondo membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh,” ujarnya.
Ketua PCNU Tuban, KH Ahmad Damanhuri mengatakan keterlibatan PCNU Tuban melalui LPBI NU dan LAZISNU merupakan bagian dari khidmat warga Nahdlatul Ulama dalam merespons musibah kemanusiaan.
“PCNU Tuban melalui LPBI NU Tuban bersama LAZISNU PCNU Tuban ikut terlibat mengurangi kesulitan yang dihadapi warga Aceh. Ini adalah bentuk khidmat warga NU Tuban kepada sesama,” kata Kiai Daman.
Setibanya di Aceh Tamiang, relawan langsung membersihkan Kantor PCNU Tamiang yang tertimbun lumpur sekaligus mendirikan basecamp sebagai pusat koordinasi lapangan. Dari titik ini, relawan mendukung distribusi logistik ke sejumlah camp pengungsian serta menyalurkan perlengkapan hunian sementara bagi warga terdampak banjir.
Sementara, Ketua LPBI NU PCNU Tuban, Humam menyebutkan tim yang diterjunkan berjumlah 15 orang relawan. Mereka difokuskan membantu wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kami menerjunkan 15 relawan untuk membantu wilayah Aceh, terutama di Tamiang. Selain distribusi bantuan, kami juga menyiapkan dapur umum yang diinisiasi bersama-sama dengan PCNU Tamiang,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, relawan melakukan asesmen terhadap fasilitas ibadah dan pendidikan, meliputi masjid, musala, TPQ, dan madrasah. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penguatan respons lanjutan, termasuk pembentukan dapur umum melalui koordinasi PCNU setempat, badan otonom NU, dan relawan lintas daerah.
Selain melayani kebutuhan konsumsi pengungsi, relawan juga terlibat dalam pembersihan Kantor BPBD Tamiang, distribusi logistik lanjutan, serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan penyintas banjir.
Memasuki tahap pemulihan awal, dukungan difokuskan pada penguatan sarana dapur umum melalui pengadaan peralatan memasak dan bantuan tandon air berkapasitas 1.200 liter. Relawan juga melakukan pembersihan masjid dan rumah warga, serta menyerahkan alat kebersihan dan perlengkapan pendukung lainnya.
Salah satu intervensi utama adalah pembangunan sumur bor di lingkungan Kantor PCNU Tamiang sebagai solusi jangka menengah atas keterbatasan akses air bersih pasca banjir. Setelah operasional dapur umum dinilai stabil, pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada pengurus PCNU setempat agar layanan bagi masyarakat dapat berlanjut secara mandiri.
Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan, relawan kembali ke Tuban. Misi ini menegaskan pola kerja NU dalam penanganan bencana: respons cepat, terkoordinasi lintas struktur, dan berorientasi pada keberlanjutan pemulihan masyarakat terdampak.





