Senyum Yatim dan Duafa di Balik Riuh Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi
Tuban, PCNU Online
Debu jalanan di Dusun Gesikharjo siang itu seolah kalah oleh pancaran wajah sumringah puluhan anak. Di tengah deru doa dan lantunan shalawat dalam rangkaian Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi, terselip sebuah aksi nyata kepedulian sosial yang menyasar akar rumput.
Kamis (9/4/2026), NU Care-LAZISNU PCNU Tuban melalui Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) menyalurkan santunan berupa uang saku bagi peserta khitan massal. Program bertajuk “NU Care Damai” ini menjadi oase bagi keluarga kurang mampu di tengah keriuhan tradisi tahunan di Kecamatan Palang tersebut.
Dari 95 anak yang semula terdaftar, tercatat sebanyak 84 anak hadir mengikuti prosesi khitanan massal. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi syariat, melainkan menjadi simbol distribusi kesejahteraan yang tepat sasaran.
Kepala Cabang UPZIS NU Care-LAZISNU PCNU Tuban, Yahmani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.
“Fokus kami adalah membantu masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2. Ini bukan sekadar seremoni, tapi upaya konkret menekan beban ekonomi warga,” ujar Yahmani di sela-sela kegiatan.”
Keberlanjutan program ini tak lepas dari kepercayaan para donatur. Secara khusus, Yahmani menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzaki dan munfiq yang tetap konsisten menitipkan amanahnya melalui LAZISNU.
Salah satu kontributor utama dalam aksi kali ini adalah H. Hamdani, yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara PCNU Tuban. Sinergi antara struktur organisasi dan semangat filantropi pribadi ini menjadi motor penggerak utama terselenggaranya santunan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur, terutama Bapak H. Hamdani, yang telah menyalurkan zakatnya melalui kami. Amanah ini kami sampaikan langsung kepada mereka yang berhak,” tambah Yahmani.
Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi selama ini dikenal sebagai magnet religi bagi ribuan peziarah dari berbagai penjuru. Namun, melalui inisiatif NU Care-LAZISNU, haul kini tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual dan ekonomi bagi pedagang kecil, tetapi juga menjadi momen pemuliaan terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Uang saku yang disalurkan diharapkan mampu memberikan kegembiraan lebih bagi para peserta khitan, sekaligus membuktikan bahwa semangat berbagi adalah inti dari ajaran yang diwariskan oleh para wali di tanah Tuban.





