BeritaNu NewsWARTA

Sukses Gelar Tasyakuran, TK Muslimat NU 04 Bangilan Tuban Resmi Lepas 124 Anak Didik

Tuban, PCNU Online
Ratusan pasang mata tertuju ke panggung yang berdiri di halaman TK Muslimat NU 04 Bangilan, Kabupaten Tuban, Kamis (4/6/2026). Beragam penampilan seni yang ditampilkan para peserta didik menghadirkan suasana meriah sekaligus haru dalam kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Kelompok B yang menjadi penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di jenjang pendidikan usia dini.

Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sejumlah penampilan kreatif yang dibawakan anak-anak berhasil menghibur sekaligus memukau para orang tua, tamu undangan, dan seluruh hadirin yang hadir.

Rangkaian acara diawali dengan parade drum band yang dibimbing oleh Ibu Fatimah Tun Zahro, S.Pd bersama seluruh ustazah. Selanjutnya kegiatan dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan berbagai penampilan dari siswa Kelompok B1 hingga B6, paguyuban, serta perwakilan wali murid.

Kepala TK Muslimat NU 04 Bangilan, Ibu Mamik Ismiyati, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan proses pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik dasar, tetapi juga pembentukan karakter dan kreativitas anak.

“Alhamdulillah genap dua tahun kami membersamai ananda semua. Dan tepat pada Hari ini kita melihat perkembangan luar biasa anak-anak. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kreatif, dan percaya diri selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Setiap hari ananda diajarkan pembiasaan ibadah, berakhlak baik, belajar calistung, juga mengenalkan pada lingkungan, mengenal diri sendiri, dan menghargai orang tua,” ujarnya Ibu Mamik sapaan akrabnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Bangilan, Ibu Khomsatun. Ia menuturkan bahwa perjalanan panjang TK Muslimat NU 04 Bangilan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari yang semula hanya memiliki lima peserta didik, kini lembaga tersebut mendapatkan kepercayaan yang semakin besar dari masyarakat dengan jumlah siswa mencapai 225 anak dari Kelompok A dan B.

“Kami berharap jumlah murid terus bertambah seiring dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak dan kepercayaan yang diamanahkan wali murid kepada kami. Kami berpesan agar nilai-nilai agama terus ditanamkan sejak dini sebagai bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan. Sinergi orangtua, guru dan anak sangat diperlukan apalagi menghadapi zaman serba digital” ujar ibu ketua PAC.

Sementara itu, perwakilan pengurus NU yang diwakili oleh Bapak Ustadz Hadi turut memberikan pesan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di TK Muslimat NU 04 Bangilan.

“Harapan saya setelah pelepasan hari ini anak-anak melanjutkan ke jenjang berikutnya baik SD atau MI, bisa mengamalkan ilmu yang diajarkan ustazah sehingga menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam berpikir, menjadi anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua. Nilai-nilai agama harus terus ditanamkan sejak dini,” katanya.

Antusiasme dan kebahagiaan juga terlihat dari para tamu undangan, wali murid, serta seluruh hadirin yang menyaksikan penampilan anak-anak di atas panggung. Semangat, kepolosan, serta keberanian mereka tampil di depan publik menjadi gambaran tumbuhnya rasa percaya diri dan kreativitas yang penting sebagai bekal menghadapi masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Pengawas IGTKI memberikan apresiasi kepada para guru yang selama ini mendampingi dan membimbing peserta didik dalam proses belajar. Menurutnya, peran guru memiliki kontribusi besar dalam membantu anak mengenali potensi diri, memahami lingkungan sekitar, serta menanamkan rasa cinta dan hormat kepada orang tua.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh orang tua yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap proses pendidikan putra-putrinya.

“Anak-anak yang dulu mungkin menangis saat pertama kali diantar ke sekolah, kini sudah mampu melangkah sendiri dengan penuh percaya diri. Ini tentu berkat kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seremoni pelepasan, kegiatan tersebut menjadi penanda awal perjalanan baru bagi para siswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Harapannya, momen yang mempertemukan guru, siswa, dan orang tua itu bukan menjadi akhir kebersamaan, melainkan langkah awal dalam mengantarkan anak-anak meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Setelah rangkaian pentas seni dan sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi basuh kaki ibu yang dilakukan oleh para siswa. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk menanamkan nilai bakti dan penghormatan kepada orang tua sejak usia dini.

Prosesi berikutnya adalah wisuda dan penyerahan ijazah kepada para peserta didik yang didampingi oleh wali murid. Suasana haru tampak menyelimuti jalannya kegiatan ketika satu per satu siswa menerima tanda kelulusan mereka.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, lancar, penuh kehangatan, sekaligus menghadirkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai penutup momen berharga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button