BeritaNu NewsWARTA

PBAK STAI Senori Tuban 2026: Menyiapkan Generasi Religius dan Adaptif di Tengah Transformasi Digital

Tuban, PCNU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori Tuban menegaskan komitmennya menyiapkan generasi mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai-nilai keagamaan. Komitmen tersebut tercermin dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 yang mengangkat tema “Digital Transformation: Building a Religious Culture of Digitalization.”

Sebanyak 205 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PBAK yang menjadi gerbang awal mereka memasuki dunia perguruan tinggi. Tidak sekadar mengenalkan sistem akademik dan kehidupan kemahasiswaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun cara pandang mahasiswa terhadap tantangan pendidikan, teknologi, dan kehidupan sosial di masa depan.

Tema transformasi digital menjadi semakin relevan ketika perkembangan teknologi tidak lagi hanya memengaruhi cara manusia berkomunikasi, tetapi juga mengubah pola belajar, bekerja, mengakses pengetahuan, hingga membangun relasi sosial.

Dalam konteks tersebut, STAI Senori Tuban mendorong agar transformasi digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat dan platform teknologi. Digitalisasi juga perlu dibarengi dengan budaya religius, etika, tanggung jawab, dan karakter akademik.

PBAK 2026 menghadirkan Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai keynote speaker.

Dalam pemaparannya, Prof. Sahiron memberikan orientasi mengenai arah kampus dan pendidikan tinggi keagamaan dalam menghadapi masa depan. Mahasiswa didorong untuk melihat perubahan digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang baru untuk mengembangkan kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.

Perubahan teknologi, menurut perspektif yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan adaptasi. Kampus tidak cukup hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang yang melahirkan manusia pembelajar, kritis, inovatif, dan mampu membaca kebutuhan zaman.

Bagi mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi bekal penting sejak langkah pertama mereka memasuki dunia akademik.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga dituntut membangun kemampuan berpikir, mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.

Ketua STAI Senori Tuban, Dr. M. Yusuf Aminuddin, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa tema PBAK tahun ini merupakan bagian dari respons kampus terhadap perubahan yang sedang berlangsung.

Menurutnya, transformasi digital harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan mahasiswa. Namun, pemanfaatan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah nilai.

Mahasiswa sebagai generasi yang tumbuh di tengah ekosistem digital perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menggunakan teknologi secara produktif, serta membangun komunikasi yang sehat di ruang digital.

Karena itu, budaya digital yang hendak dibangun bukan sekadar budaya yang melek teknologi, tetapi budaya yang tetap memiliki orientasi pada ilmu pengetahuan, akhlak, moderasi, dan kemaslahatan.

“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk mengembangkan keilmuan, kreativitas, jejaring, dan kontribusi kepada masyarakat. Namun, kemajuan teknologi harus tetap dibingkai dengan nilai-nilai agama dan akhlak,” pesan Dr. Yusuf dalam kegiatan tersebut.

Bagi STAI Senori Tuban, PBAK memiliki posisi strategis dalam membangun karakter mahasiswa sejak awal. Pengenalan lingkungan akademik menjadi bagian dari proses mempertemukan mahasiswa baru dengan kultur perguruan tinggi, tradisi keilmuan, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi identitas institusi.

Sebanyak 205 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 menjadi bagian dari generasi baru STAI Senori Tuban yang akan menjalani proses pendidikan di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Di sinilah PBAK tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Ia menjadi titik awal pembentukan ekosistem mahasiswa yang akademis, religius, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Melalui tema “Digital Transformation: Building a Religious Culture of Digitalization”, STAI Senori Tuban ingin menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan nilai keagamaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Sebaliknya, keduanya dapat dipertemukan untuk melahirkan generasi yang mampu menguasai teknologi, kritis terhadap informasi, produktif dalam berkarya, sekaligus kokoh dalam nilai dan karakter.

Dengan semangat tersebut, mahasiswa baru STAI Senori Tuban diharapkan tidak hanya menjadi generasi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi generasi pencipta gagasan, penggerak perubahan, dan intelektual muda yang mampu menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button