Tuban, PCNU Tuban
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban mengakhiri rangkaian turba, silaturahmi dan konsolidasi ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Tuban di Kecamatan Widang, Jumat (13/02/2026). Agenda ini menjadi penutup putaran pertama konsolidasi menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Rais Syuriah PCNU Tuban, KH Ahsan Ghozali, menegaskan bahwa konsolidasi merupakan keniscayaan untuk menjaga soliditas sekaligus keberlanjutan organisasi. Ia menyampaikan, NU sebagai organisasi besar dengan latar belakang anggota yang beragam membutuhkan komunikasi yang intens, penguatan kebersamaan, serta pengawasan berkesinambungan agar roda organisasi tetap berjalan seimbang dan harmonis.
“Organisasi itu ibarat sebuah bahtera besar. Penumpangnya beragam, karakternya berbeda-beda. Maka perlu konsolidasi, saling mengingatkan, dan saling menguatkan agar perjalanan tidak oleng dan tujuan bisa tercapai,” ujar KH Ahsan.
Dalam kesempatan tersebut, KH Ahsan juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme MWCNU yang telah dikunjungi selama putaran pertama. Delapan MWCNU sebelumnya telah disambangi PCNU Tuban dengan sambutan yang dinilai luar biasa. Widang menjadi MWCNU terakhir yang dikunjungi sebelum memasuki Ramadan.
Ia menegaskan, konsolidasi bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga sarana untuk memetakan kondisi riil organisasi di tingkat kecamatan. Dengan pemetaan tersebut, PCNU dapat memberikan masukan, solusi, dan pendampingan yang selaras dengan kebutuhan serta kapasitas masing-masing MWCNU.
“Kami ingin mengetahui kondisi sebenarnya di MWCNU, sehingga bisa memberikan masukan dan solusi yang tepat,” tegasnya.
Meski demikian, KH Ahsan turut mengapresiasi kemandirian MWCNU Widang yang mampu membangun kantor dengan progres pembangunan sekitar 80 persen. Ia optimistis, pembangunan tersebut dapat rampung sepenuhnya pada bulan Syawal mendatang.
Melalui konsolidasi yang berkelanjutan, PCNU Tuban berharap soliditas organisasi di seluruh tingkatan semakin kukuh, sehingga peran NU dalam menjaga keutuhan umat dan bangsa senantiasa terjaga. Intaha. (Fiz)





