Tuban, PCNU Online
Agenda turun ke bawah (turba) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Senori berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang digelar di Kantor MWCNU Senori pukul 10.00 WIB itu dihadiri jajaran pengurus cabang, pengurus MWC, ranting, lembaga, serta badan otonom.
Sambutan sekaligus laporan disampaikan Ketua MWCNU Senori KH Jauhari Fahmi Fatoni. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa budaya guyon atau humor khas warga Nahdlatul Ulama harus terus dijaga sebagai bagian dari tradisi kebersamaan.
“Budaya guyon di NU harus dilestarikan. Makanya saya sampaikan sambil guyon,” ujarnya yang langsung disambut senyum para hadirin.
Dalam sambutannya, KH Jauhari juga menyinggung kisah ulama kharismatik dari Langitan. Menurutnya, dahulu KH Faqih Langitan memiliki tempat singgah atau ampiran di wilayah Senori yang hingga kini masih dikenang dan diabadikan masyarakat.
“Dulu Yai Faqih Langitan punya tempat ampiran, sampai sekarang tempat itu masih diabadikan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi pengurus ranting dalam kegiatan turba tersebut. Meski tengah memasuki musim tanam, kehadiran perwakilan ranting tetap sangat tinggi.
“Alhamdulillah, 90 persen ranting hadir meskipun saat ini musim tanam,” katanya.
Di hadapan jajaran PCNU Tuban, KH Jauhari mengucapkan selamat datang kepada rombongan pengurus cabang. Ia menggambarkan wilayah Senori sebagai kawasan pelosok dengan karakter khas dan wilayah cukup luas.
“Saya ucapkan ahlan wa sahlan kepada pengurus cabang. Beginilah keadaan Senori, pelosok seperti negara Iran,” ucapnya diselingi senda gurau.
Ia menambahkan, MWCNU Senori membawahi 12 desa dengan total 24 ranting NU yang terus bergerak aktif menjalankan program keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Turba PCNU Tuban di Senori ini menjadi momentum mempererat sinergi antara pengurus cabang dan MWC sekaligus menjaga semangat kebersamaan warga Nahdliyin hingga tingkat desa. Intaha. (Fiz)





