Tuban, PCNU Online
Kegiatan Turba Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban di MWCNU Jatirogo berlangsung semarak di Auditorium Pondok Pesantren Al-Barmawy, Selasa (21/04/2026) pukul 14.00 WIB.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, forum tersebut juga menegaskan komitmen kemandirian ekonomi Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
Dalam sambutan sekaligus laporan, Ketua MWCNU Jatirogo KH Darwanto ST menyampaikan pesan mendalam yang pernah diterimanya dari Rois MWC saat dirinya baru dilantik sebagai ketua.
Menurutnya, menjadi pengurus NU ibarat pengantin baru. Namun, yang harus dibayangkan bukan hanya kebahagiaannya, melainkan tanggung jawab besar yang menyertainya.
“Pengurus MWCNU yang baru dilantik itu seperti pengantin baru. Tapi jangan dibayangkan senangnya saja, melainkan harus memikirkan tanggung jawabnya sebagai pengurus,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menegaskan, pengurus NU harus mampu menghadirkan program nyata untuk umat, meskipun dalam pelaksanaannya tidak selalu mudah. Berangkat dari semangat tersebut, MWCNU Jatirogo kemudian bergerak membangun sektor ekonomi melalui pendirian BMT NU.
“Alhamdulillah, tidak lama setelah itu MWC Jatirogo sudah bisa mendirikan BMT NU dan sampai sekarang berjalan dengan baik,” jelasnya.
KH Darwanto menambahkan, pihaknya terus memikirkan bagaimana organisasi NU dapat menjalankan berbagai program secara mandiri tanpa selalu bergantung pada pihak lain. Karena itu, penguatan sektor ekonomi menjadi jalan strategis agar kegiatan organisasi bisa dibiayai dari hasil usaha sendiri.
“Kami berpikir bagaimana NU bisa melaksanakan program-programnya dengan anggaran yang diperoleh sendiri dari program ekonomi MWC, sehingga kita betul-betul mandiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk pengembangan usaha berikutnya, MWCNU Jatirogo juga menyiapkan layanan baru berupa travel umrah yang dijadwalkan diluncurkan pada akhir acara Turba tersebut.
Langkah itu mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Sebab, selain memperluas pelayanan kepada warga nahdliyin, program tersebut juga dinilai sebagai wujud nyata gerakan ekonomi mandiri di lingkungan Nahdlatul Ulama. Intaha. (Fiz)





