Tuban, PCNU Online
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban mengikuti kegiatan Yasin Fadhilah yang dilanjutkan dengan kajian Nashoihul Ibad bersama masyarakat Dusun Telo Desa Pakis. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan.
Dalam kajian kitab nashoihul ibad karya Syeikh Nawawi Banten maqolah yang ke 18:
(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةَ عَشْرَةَ (عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ هَلَكَ قَبْلَكُمْ) مِنَ الْأُمَمِ (بِثَلَاثِ خِصَالٍ: بِفُضُولِ الْكَلَامِ) وَهُوَ مَا لَا خَيْرَ فِيهِ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا (وَفُضُولِ الطَّعَامِ) وَهُوَ مَا لَا يُعِينُهُ عَلَى الدِّينِ (وَفُضُولِ الْمَنَامِ) وَهُوَ مَا لَا يَنْفَعُهُ فِي الدِّينِ.
Artinya: “Maqolah yang ke delapan belas (dari Ibrohim An-Nakho’i) Radhiallahu Anhu (Sesungguhnya celakanya orang yang celaka sebelum kalian) dari umat-umat (hanya sebab tiga perkara: Sebab berlebihan berbicara) Yaitu ucapan yang tidak ada kebaikan di dalamnya tentang agama dan dunia (dan berlebihan makan) yaitu makanan yang tidak menolongnya pada agama (dan berlebihan tidur) yaitu tidur yang tidak memberi manfaat untuk agama.”
Pada kesempatan tersebut, kajian membahas yang mengajarkan tentang larangan memperbanyak bicara dan memperbanyak makan. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa seorang muslim hendaknya menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat serta menghindari sikap berlebihan dalam makan, karena keduanya dapat memengaruhi kualitas ibadah dan akhlak seseorang.
Selain itu, disampaikan pula pesan agar tidak mudah menghakimi orang lain. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap orang yang terlihat baik pasti memiliki kekurangan, dan setiap orang yang terlihat kurang baik pasti memiliki sisi kebaikan. Oleh karena itu, setiap orang diajak untuk senantiasa berhusnuzan, menghargai sesama, serta terus memperbaiki diri.
Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban, Kiai Astar Bahroni, dalam tausiyahnya berpesan, bahwa menjaga dengan baik suatu lisan merupakan sesuatu yang dapat menyelamatkan seseorang.
“Menjaga lisan merupakan salah satu kunci keselamatan seseorang. Jangan sampai kita terlalu banyak berbicara sehingga menyakiti orang lain atau terjerumus pada hal yang tidak bermanfaat. Begitu pula dalam makan, Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan karena kesederhanaan akan membawa keberkahan. Kita juga harus belajar melihat kebaikan pada setiap orang dan tidak merasa diri paling baik, sebab setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing,” ujar Yai Astar Bahroni.
Mahasiswa KKN IAINU Tuban menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan berakhlakul karimah selama pelaksanaan KKN di Desa Pakis.





